Postingan

coretan sederhana tentang seleksi menteri SBY

Panggung Broadway di Cikeas Oleh Junaidi Abdul Munif Menyaksikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyeleksi menteri-menteri yang akan duduk di Kabinet Indonesia Bersatu Jilid Dua (KIB II) terasa mendebarkan. Bukan hanya oleh orang-orang yang menunggu panggilan dari SBY. Masyarakat juga menunggu dengan cemas siapa yang bakal duduk di kabinet dan membawa perubahan. Seleksi calon menteri, beberapa televisi menyebutnya audisi menteri, menjadi panggung tersendiri. SBY dengan gayanya yang santai, terkesan cool, sengaja memancing rasa penasaran pemirsa. SBY tahu, ia sedang menjadi aktor utama dalam pemilihan kabinet ini. Eep Saifulloh Fatah dalam wawancara dengan salah satu stasiun televisi swasta menyebut ada teatrekalisasi dalam proses seleksi menteri. Maka, mikropon yang disediakan di halaman rumah SBY, setelah para calon menteri ini diaudisi, layaknya panggung broadway, karpet merah. Ada wajah-wajah sumringah di sana. Dan komentar-komentar yang diucapkan dengan bahasa tak langsung. M...

coretan sederhana tentang KPK

Penegasan Posisi KPK Oleh Junaidi Abdul Munif Sebagai lembaga independen KPK semestinya bebas dari interevensi kelompok dengan kepentingan apa pun. Unsur-unsur KPK yang merupakan kalangan profesional dan bukan dari kelompok tertentu, adalah modal netralitas yang membuatnya bebas masuk di lembaga pemerintah maupun swasta yang diduga terlibat skandal korupsi. Dugaan pelemahan, bahkan kriminalisasi KPK oleh Polri jangan sampai benar-benar melemahkan KPK secara organisatoris. Komitmen KPK sebagai lembaga pemberantas korupsi harus terus dilaksanakan meski petinggi KPK tersangkut kasus hukum. Nama baik KPK sebagai lembaga yang bersih harus terus dilindungi. Jangan sampai muncul statement tak ada lembaga yang bersih di negara ini. Kasus pemimpin KPK yang berlarut-larut secara langsung akan menghambat kinerja KPK. Logikanya, bagaimana mau kerja maksimal jika lembaganya sendirinya sedang digoyang badai prahara? Sementara penon-aktifan petinggi KPK yang terlibat kasus hukum tidak segera diga...

coretan tentang rondan, kampung halaman, dan masa kecil

Rondan Oleh Junaidi Abdul Munif Setiap pulang kampung, tempat yang pasti saya kunjungi setiap malam adalah rondan. Daerah lain menyebutnya gardu, di kota gardu jaga atau pos jaga. Bukan untuk ronda atau siskamling, tapi ngumpul-ngumpul dengan teman-teman dan tetangga. Di kampung saya ada dua rondan. Di RT 1 dan RT 2. Namun, hanya satu rondan yang berfungsi dan ramai, yaitu di RT 1. Rondan RT 1 ini terletak di ujung kampung. Jika Anda memasuki kampung saya, yang pertama Anda temui adalah rondan itu. Rondan itu telah berpindah-pindah, Seingat saya, dua kali. Saat saya mulai ndolor dan bisa mengingat masa kecil, rondan itu terletak di tengah kampung, tepat di pertigaan gang menuju rumah saya. Lalu berpindah ke ujung kampung. Dan pada Ramadhan lalu pindah lagi ke tempat semula, di tengah kampung. Rondan kembali ke fungsi asalnya: tempat siskamling, dan tentu saja ada kenthongan di situ. Ketika rondan kembali ke tengah kampung, para pemuda mulai gusar. Mereka tak rela, tapi tak bisa men...

aku di kamar tercinta

Gambar

sebagian punggawa G-Terwahas (tanpa aku)

Gambar

saat aku baca puisi di kampus

Gambar

coretan tentang rumah sakit dan menunggu

Sakit yang Mahal Oleh Junaidi Abdul Munif Selama empat hari saya berada di rumah sakit, bukan karena saya sedang sakit. Tapi ikut menunggui saudara sepupu saya yang akan menjalani operasi. Adik sepupu saya, kelas 5 SD harus menjalani operasi tangan lantaran jatuh saat bermain lompat tali di sekolah. Dia sudah 11 hari di rumah sakit, tapi belum dioperasi karena dokter spesialis yang akan mengoperasinya masih sibuk dengan urusan lain yang lebih penting. Yang kedua, kakak sepupu saya harus operasi usus. Usianya hampir 70 tahun. Setelah dirawat di rumah sakit kecil, akhirnya dia dirujuk di rumah sakit yang lebih besar dan ternama. Adik sepupu saya ditunggui oleh kedua orang tuanya. Kakak sepupu saya ditunggui secara bergiliran oleh anak-anaknya. Saya ikut menunggui dengan alasan kos saya dekat dengan rumah sakit tersebut, dan saya dianggap belum bekerja, karena itu punya banyak waktu. Sakit adalah sesuatu yang tak bisa ditebak kapan datangnya. Kita hanya bisa berusaha menjaga kesehatan ...