Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sosial

Pendidikan Karakter dari Keluarga

Pendidikan Karakter dari Keluarga Oleh Junaidi Abdul Munif             Pendidikan karakter dapat dikatakan sangat berumur tua. Rasulullah Muhammad Saw pun diutus untuk menyempurnakan akhlak, yang itu artinya membawa misi pendidikan karakter. Kemajuan bangsa Arab di zaman Nabi Muhammad rupanya menyisakan kekosongan dimensi akhlak masyarakat. Untuk itu sebelum berbicara tentang tauhid, syariat, fikih, Nabi ditugaskan menyempurnakan akhlak terlebih dahulu. Di Indonesia, pendidikan karakter merupakan salah satu isu pendidikan nasional yang menarik untuk dikaji. Berbagai karya ilmiah mulai dari skripsi, tesis, disertasi, jurnal, buku, dan artikel populer banyak membahas pendidikan karakter. Dapat dikatakan bahwa pendidikan karakter seperti rumah dengan banyak pintu. Banyak cara untuk masuk ke “rumah” pendidikan karakter tersebut.       Pada tahun 2015, Mendikbud Anies Baswedan telah mengeluarkan Pe...

Melindungi Anak-Anak dari Radikalisme

Melindungi Anak-Anak dari Radikalisme Oleh Junaidi Abdul Munif         Tragedi terorisme di Surabaya dan Sidoarjo memunculkan fakta yang mencengangkan, dua keluarga bersama anak-anaknya menjadi terduga peledakan bom. Keluarga Dita Oeprianto dan Puji Kuswati bersama empat buah hatinya semuanya meninggal saat meledakkan bom di tiga gereja pada Minggu pagi. Sedangkan keluarga Anton Febrianto di rusunawa Sidoarjo, ada tiga anak yang selamat. Bahkan ada satu anak Anton yang selamat dari pemikiran orangtuanya karena memilih sekolah dan tinggal bersama neneknya.             Pelaku terorisme semakin menakutkan karena telah melibatkan anak-anak sebagai martir. Kita tidak tahu apakah anak-anak tersebut secara sadar memilih ikut bunuh diri bersama orangtuanya. Atau mereka telah dibohongi orangtuanya, tidak tahu bahwa yang dibawanya adalah bom. Fenomena ini sebetulnya juga bukan perkara baru. Bahwa pemikiran radi...

Ibu, Ujung Tombak Pendidikan

Ibu, Ujung Tombak Pendidikan Oleh Junaidi Abdul Munif             Pendidikan di Indonesia mengarah pada model sekolahan. Peran keluarga, -dan terutama ibu-, mulai tergeser. Padahal keluarga Keluarga mempunyai peran untuk melindungi anak dengan memberikan pola asuh yang sesuai dengan prinsip yang digunakan dalam pembangunan Anak Indonesia, yang mengacu pada KHA (Konvensi Hak Anak) yaitu Non Diskriminasi; Kepentingan Terbaik bagi Anak; Hak Hidup, Kelangsungan Hidup, dan Perkembangan; dan Menghargai Pandangan Anak. Terlebih ketika para ibu juga disibukkan untuk mencari nafkah bagi keluarga, semakin sedikit waktu yang tercurah untuk anak. Akan tetapi, ada pola yang sebetulnya linier, bahwa waktu sekolah anak sama dengan waktu kerja, khususnya ibu. Orangtua yang mendidik anak secara langsung sangat penting karena orangtua yang lebih tahu karakter anak, sehingga tahu cara mengarahkan potensi anak.     ...

Kebangkitan Ilmu Politik Nusantara

Gambar
Data Buku Judul                           : Pesantren Studies 4a; Buku IV; Khittah Republik Kaum Santri dan Mada Depan Ilmu Politik Nusantara Penulis                     : Ahmad Baso Penerbit                    : Pustaka Afid Jakarta Tahun                       : April 2013   Tebal                         : xiv + 437 halaman Kebangkitan Ilmu Politik Nusantara Oleh Junaidi Abdul Munif Selama ini pesantren distigmatisasi sebaga...

Belajarlah dari TKI di Hongkong

Belajarlah dari TKI di Hongkong Oleh Junaidi Abdul Munif             Kasus kekerasan terhadap TKI, terutama TKW terus saja terjadi dan membuat kita miris. Kekerasan fisik yang dilakukan para majikan membuat para TKW mengalami luka fisik maupun trauma psikologis (mental). Kasus-kasus ini seperti gunung es yang hanya tampak permukaannya saja.             Menjadi TKI ke luar negeri   memang menjanjikan peningkatan kondisi ekonomi di banding bekerja di dalam negeri. Perbandingan kurs mata uang membuat gaji mereka di luar negeri ketika dirupiahkan menjadi berlipat dari gaji apabila mereka mencari nafkah di dalam negeri.             Negara-negara tujuan pengiriman TKI mayoritas adalah Timur Tengah dan Malaysia. Sisanya adalah negara-negara berkultur timur, seperti Hongkong Taiwan, Korea dan Singapura. Badan N...

Kapitalisme Tak Pernah Mati

Kapitalisme Tak Pernah Mati Oleh Junaidi Abdul Munif           Sistem ekonomi pada zaman sekarang berjalan dengan sistem kapitalisme. Sistem yang dicetuskan oleh Adam Smith ini dianggap sebagai sistem ekonomi yang menuntut kebebasan mutlak, bahkan lepas dari intervensi negara sekalipun. Karena itu dalam kapitalisme, siapa yang memiliki modal banyak, dialah yang akan menang. Saat Uni Soviet runtuh pada akhir 1990-an, Francis Fukuyama megeluarkan tesis yang terkenal dengan the end of history (akhir sejarah). Uni Soviet sebagai simbol sosialisme-komunisme telah runtuh dan digantikan sistem demokrasi-kapitalisme. Tesis Fukuyama inilah yang memberi inspirasi Ian Bremmer untuk menulis buku The End of Free Market (Akhir Pasar Bebas) . Kenneth Minouge mengatakan bahwa kapitalisme adalah yang dikerjakan oleh orang banyak ketika Anda membiarkan mereka berbuat sekehendak hati. Bremmer mendefinisikan k apitalisme sebagai penggunaan kekay...