Melindungi Anak-Anak dari Radikalisme
Melindungi Anak-Anak dari Radikalisme Oleh Junaidi Abdul Munif Tragedi terorisme di Surabaya dan Sidoarjo memunculkan fakta yang mencengangkan, dua keluarga bersama anak-anaknya menjadi terduga peledakan bom. Keluarga Dita Oeprianto dan Puji Kuswati bersama empat buah hatinya semuanya meninggal saat meledakkan bom di tiga gereja pada Minggu pagi. Sedangkan keluarga Anton Febrianto di rusunawa Sidoarjo, ada tiga anak yang selamat. Bahkan ada satu anak Anton yang selamat dari pemikiran orangtuanya karena memilih sekolah dan tinggal bersama neneknya. Pelaku terorisme semakin menakutkan karena telah melibatkan anak-anak sebagai martir. Kita tidak tahu apakah anak-anak tersebut secara sadar memilih ikut bunuh diri bersama orangtuanya. Atau mereka telah dibohongi orangtuanya, tidak tahu bahwa yang dibawanya adalah bom. Fenomena ini sebetulnya juga bukan perkara baru. Bahwa pemikiran radi...