Postingan

EVOLUSI KIAMAT

Film 2012 menuai kontroversi karena memvisualisaikan kiamat dan dianggap menyesatkan lantaran berpendapat bahwa kiamat akan terjadi pada tahun 2012. Film ini telah menimbulkan keresahan sebagian masyarakat yang menjadi paranoid dengan meyakini kiamat akan benar-benar terjadi pada tahun 2012. Film 2012 dibuat berdasarkan kalender suku Maya yang dikenal sebagai ahli astronomi. Kalender suku Maya berhenti pada tanggal 21 Desember 2012. Berhentinya kalender ini pada tahun 2012 dianggap sebagai tanda akhir kehidupan di dunia. Bagi umat beragama, tentu mafhum bahwa tidak ada yang tahu kapan datangnya kiamat, kecuali Tuhan. Manusia hanya berkewajiban menyiapkan bekal untuk kehidupan yang akan datang setelah kiamat. Karena setelah kiamat Tuhan menyediakan dua tempat untuk manusia, yakni surga untuk orang yang banyak pahala, dan neraka untuk orang yang banyak dosa. Justru karena datangnya kiamat hanya Tuhan yang tahu, maka bisa saja kiamat datang lebih cepat dari tahun 2012. Tidak ada yang...

BUNUH DIRI DAN PATOLOGI SOSIAL

Kasus bunuh diri akhir-akhir ini marak terjadi. Dalam rentang waktu 30 November sampai 15 Desember setidaknya ada lima kasus dugaan bunuh diri. Modusnya sama, yaitu terjun dari gedung bertingkat, baik mal maupun apartemen. Sebelumnya, tower (menara pemancar) dan jembatan tinggi menjadi tempat untuk mengakhiri hidup pelaku bunuh diri. Bunuh diri bisa disebut sebagai tindakan a solution permanent to a temporay problem (solusi kekal untuk masalah yang sementara). Untuk masalah-masalah yang sebetulnya ringan seperti putus cinta, gagal membayar hutang, dan masalah lainnya yang menurut calon pelaku bunuh diri adalah besar karena ia hanya bersikap emosional sesaat dalam menghadapi masalah tersebut. Tindakan mengakhiri hidup telah mengalami pergeseran, yang sebelumnya orang bunuh diri merasa malu dan melakukannnya sembunyi-sembunyi, kini malah dilakukan di tempat umum (mal, apartemen, tower). Jika melihat gejala ini, pelaku bunuh diri sebenarnya ingin menunjukkan penderitaannya kepada kha...

RUANG PUBLIK KEBUDAYAAN

KERJA kebudayaan menjadi termenarik untuk melakukan penyadaran terhadap masyarakat akan situasi yang tak beres. Kerja kebudayaan menjadi feedback untuk merespons masalah sosial, politik, ekonomi,agama,dan problem-problem yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak. Kebudayaan bisa menjadi celah menemukan kesepakatan kolektif untuk membersihkan ”noda-noda” sosial, politik,ekonomi,juga agama. Kebudayaan yang menjadi milik publik bisa beralih bentuk menjadi alat untuk menyampaikan kritik. Ini misalnya dilakukan oleh Lekra (Lembaga Kebudayaan Rakyat) yang menjadi ”corong” PKI untuk melakukan kritik terhadap kekuasaan pada 1960-an. Perdebatannya yang sengit dengan kelompok Manifest Kebudayaan tentang politisasi seni atau seni untuk seni menjadi perdebatan yang ”legendaris”dan menentukan arah kebudayaan Indonesia di tahun-tahun setelahnya. Soeharto menang dalam tragedi G 30 S dan membersihkan ormasormas yang dituduh underbowPKI, termasuk Lekra. Saat itulah seni benar-benar untuk sen...

DILEMA SWIEKE DI GROBOGAN

Dilema Swieke di Grobogan • Oleh Junaidi Abdul Munif SWIEKE selama ini telah menjadi ikon kuliner Kabupaten Grobogan. Tak sulit mencari warung makan pinggir jalan sampai restoran yang cukup bergengsi yang menjual makanan itu. Jika mengatakan swieke, pasti akan dihubungkan dengan Kabupaten Grobogan. Sejak saya kecil, tiap malam di musim penghujan, saya sering menjumpai pencari katak (kodok) menyusuri sawah-sawah di kampung. Namun waktu itu pamor swieke belum setenar sekarang. Saat itu masih sedikit warung yang terang-terangan menjual makanan berkuah tauco itu. Makanan hasil olahan katak memang terkenal lezat. Bahkan media Ibu Kota pernah meliput swieke dari Purwodadi beberapa waktu lalu. Juga kiprah swieke Purwodadi yang telah berekspansi keluar Grobogan. Sebetulnya bukan hanya swieke saja yang menjadi olahan utama katak sawah. Penulis bersama kawan, pernah makan di warung nasi kucing di dekat Pasar Gubug, di situ menjual pepes katak. Terlihat enak. Tapi sayang penulis tak m...

coretan tentang dongeng dan mentalitas korupsi

Dongeng dan Mentalitas Bangsa Oleh Junaidi Abdul Munif Dongeng dikenal sebagai media untuk menyampaikan pesan kepada seorang anak. Biasanya disampaikan sebagai pengantar tidur anak atau disampaikan sebagai media pembelajaran di kelas. Penyampaian dongeng sebelum tidur memiliki harapan agar anak yang mendengar dongeng tersebut merekam dengan baik isi dan amanat yang mengandung pesan-pesan kebajikan tersebut. Karena disampaikan untuk anak-anak, dongeng memiliki watak yang khas: hitam-putih. Karakter dalam dongeng dijelaskan secara baik-jahat. Maka selalu muncul tokoh pahlawan dan penjahat, protagonis dan antagonis. Yang semuanya berujung pada pesan moral bahwa kebaikan selalu menang dan anak-anak harus berbuat baik agar selalu menjadi pemenang. Sebagai bentuk pitutur atau sastra lisan, dongeng biasanya anonim. Tak diketahui siapa pencipta dongeng. Dalam masyarakat yang tumbuh dalam budaya lisan seperti kita, dongeng terus tumbuh secara alamiah, hidup dari generasi ke generasi. Meski ...

coretan tentang pasar gubug pasca terbakar

Bagaimana Pasar Gubug Pasca Terbakar? Oleh Junaidi Abdul Munif Di mana pasar Gubug akan direlokasi untuk sementara setelah terbakar pada Minggu, 15/11/09 pukul 17:00 WIB? Pertanyaan ini penting dilontarkan mengingat pasar Gubug merupakan pasar yang besar dan menjadi sentra ekonomi masyarakat Gubug dan kecamatan di sekitarnya. Kesemrawutan penataan pasar pasca terbakar akan berdampak buruk pada mobilitas ekonomi warga Gubug dan kecamatan sekitarnya. Tidak hanya warga Gubug yang menjadikan pasar ini sebagai pusat transaksi ekonomi. Warga kecamatan Tegowanu, Tanggungharjo, Kedungjati, Ginggangtani dan Dempet menjadikan pasar ini sebagai tempat jual beli. Hal ini karena posisi pasar yang strategis, yakni berada di tengah-tengah antara kecamatan-kecamatan tersebut. Pasar Gubug juga dekat dengan stasiun kereta api yang membuat distribusi barang antar kota lebih mudah dan cepat. Posisi strategis lain dari pasar Gubug adalah tidak berada di jalur utama Semarang-Purwodadi. Tidak seperti pas...

coretan tentang Miyabi

Miyabi, Moralitas, dan Kita Oleh Junaidi Abdul Munif Kedatangan Maria Ozawa alias Miyabi ke Indonesia sudah menuai kontroversi jauh-jauh hari. Bintang film porno asal Jepang ini mendapat ”undangan” main film di Indonesia dengan judul Menculik Miyabi yang oleh produsernya disebut sebagai film bergenre komedi yang dijanjikan akan bebas sama sekali dari adegan porno. Gelombang penolakan Miyabi dimulai dari penentangan MUI. FPI berdemo menolak kedatangan Miyabi, ustadz Yusuf Mansyur berniat memberi tausiyah kepada Miyabi. Alasan penolakan Miyabi seragam, karena dikuatirkan akan memengaruhi moral generasi muda. Moralitas generasi muda yang telah mengalami degradasi akan semakin ”hancur” jika Miyabi benar-benar datang ke Indonesia. Jika dalih yang digunakan untuk menolak Miyabi adalah demi menjaga moralitas anak-anak muda, sangat terkesan lucu. Tanpa Miyabi datang pun, masyarakat bisa dengan mudah mendapatkan film-film porno melalui internet maupun handphone. Dunia yang lebar ini telah d...