Postingan

Dongeng dan Mentalitas Kancilisme

            Dongeng dikenal sebagai media untuk menyampaikan pesan kepada seorang anak. Biasanya disampaikan sebagai pengantar tidur anak atau disampaikan sebagai media pembelajaran di kelas. Penyampaian dongeng sebelum tidur memiliki harapan agar anak yang mendengar dongeng tersebut merekam dengan baik isi dan amanat yang mengandung pesan-pesan kebajikan tersebut.             Karena disampaikan untuk anak-anak, dongeng memiliki watak yang khas: hitam-putih. Karakter dalam dongeng dijelaskan secara baik-jahat. Maka selalu muncul tokoh pahlawan dan penjahat, protagonis dan antagonis. Yang semuanya berujung pada pesan moral bahwa kebaikan selalu menang dan anak-anak harus berbuat baik agar selalu menjadi pemenang.             Sebagai bentuk pitutur atau sastra lisan, dongeng biasanya anonim. Tak diketahui siapa pencip...

Dari Mana Datangnya Selingkuh?

            Perselingkuhan menjadi kisah ironis sekaligus menarik di panggung kehidupan kita. Infotainment mengemasnya sebagai nilai jual yang memikat penonton untuk melongok drama kehidupan pribadi para pesohor yang (seolah) berjalan mirip sinetron. Perceraian selebriti selalu diawali dengan adanya gosip perselingkuhan.               Perselingkuhan sering diasosiasikan sebagai sikap ketidaksetiaan pada pasangan. Perselingkuhan adalah bentuk pengkhianatan pada pasangan. Ketika drama perselingkuhan itu terbongkar, maka retaklah simpul-simpul ikatan suci pernikahan. Selalu ada posisi biner, antara pengkhianat dan korban perselingkuhan. Pada titik ini, patriarkisme tak berlaku. Karena korban bukan hanya wanita sebagaimana lazimnya yang mencuat dalam isu-isu gender. Banyak laki-laki yang diposisikan sebagai korban oleh media.         ...

Buku, Rezim, dan Seleksi Alam

            Buku memang ditakdirkan untuk lahir dari rahim sejarah yang dilematis. Buku akan berdialektika dengan konteks sosial dan politik yang merangsang buku lahir sebagai dokumen sejarah. Penemuan mesin cetak oleh Gutenberg menandai massifikasi percetakan buku dan melintasi batas geografis. Gejala ini juga menandai penerjemahan buku di luar bahasa ibu penulis.       Dunia buku pun berkembang seiring perkembangan teknologi. Internet menjadi batas antara buku kertas dan buku elektronik. Kertas tidak lagi menjadi satu-satunya media untuk mencetak dan memublikasikan buku. Teknologi copy-paste menandai buku menjadi barang yang bebas digandakan sesuai keinginan pengganda. Inilah (r)evolusi buku, yang di Indonesia masih harus menghadapi rendahnya minat baca dan krisis pembaca. Rezim Namun, satu yang tak pernah berubah, hidup matinya peradaban buku tidak hanya bergantung pada penulis, penerbit, dan pembaca...

Wajah dan Tragedi Narcissus

            Wajah sebagai bagian dari fisik seseorang tidak hadir dalam sifatnya yang natural dan taken for granted . Mulanya wajah tercipta sebagai bagian penting dari tubuh manusia. Tanpa wajah kesempurnaan dan fungsionalisasi fisik tak akan tercapai. Manusia melihat dengan mata, berbicara dengan mulut, bernafas dengan hidung, mendengar dengan telinga, yang semuanya diletakkan Tuhan di wajah manusia. Tanpa wajah manusia tak akan hidup. Manusia yang lahir ke dunia terus membawa wajah-wajah yang berbeda, meski dalam kondisi terlahir kembar sekalipun. Wajah menjadi penanda identitas seseorang, yang menunjukkan dari suku dan bangsa, bahkan dari keluarga mana dia berasal. Wajah orang Jawa dan Ambon, wajah orang Eropa dan Afrika menunjukkan identitas kesukuan yang berbeda.             Kendati begitu, kawin campur memaksa wajah untuk “berkomunikasi”, laiknya dua warna yan...

Prie GS; Abu Nawas Zaman Posmo

              Dalam dunia yang dikatakan serba posmo ini, melihat ke dalam dan menukik ke lorong kesadaran semakin menjadi barang langka. Problem kehidupan, peristiwa sehari-hari menjadi rutinitas yang berjalan begitu adanya. Rutinitas ini semakin menihilkan peran kemanusiaan yang sesungguhnya. Perasaan yang reflektif; tidak hanya melihat segala sesuatu yang tampak begitu adanya semakin hilang dalam masyarakat yang pragmatis, instan, dan mobile . Di mata masyarakat yang senantiasa ingin lekas bergerak cepat ini, dunia tampak baik-baik saja, tanpa perlu dipertanyakan, apalagi digugat.             Jacques Derrida, sang filsuf Perancis kelahiran Aljazair telah melahirkan konsep dekonstruksi yang penting. Konsep ini seolah menggugat seluruh konsep yang ada.   Namun, bila dilihat secara sederhana, dekonstruksi adalah cara pandang reflektif, untuk menemukan kesadar...

Fatwa Haram Pengiriman TKI; Sebuah Solusi?

            Pasca eksekusi hukuman pancung terhadap Ruyati, TKW asal Bekasi di Arab Saudi, kondisi di dalam negeri sudah patut diduga; heboh! Presiden membentuk semacam satgas TKI, Menlu dipanggil DPR, Menarkertrans “mengadem ayemi” dengan moratorium, aktivis menggelar demonstrasi, dan MUI mengeluarkan fatwa haram pengiriman TKI.             Semua sah-sah saja karena persoalan hukuman pancung kepada Ruyati bukan hanya persoalan individu Ruyati, melainkan persoalan harkat dan martabat bangsa Indonesia di mata negara lain. Jika masalah Ruyati tidak selesai, akan banyak Ruyati-Ruyati lain yang menunggu eksekusi.             Lantas mampukah fatwa haram pengiriman TKI yang dikeluarkan oleh MUI mampu menghentikan pengiriman TKI ke luar negeri? Saya merasa skeptis fatwa MUI kesekian kali ini akan dapat dipatuhi oleh ma...